Selasa, 15 Maret 2011

Kenakalan Remaja Atau Kenakalan Orang Tua

Akhir-akhir ini fenomena kenakalan remaja makin meluas. Bahkan hal ini sudah terjadi sejak dulu. Para pakar psikolog selalu mengupas masalah yang tak pernah habis-habisnya ini. Kenakalan Remaja, seperti sebuah lingkaran hitam yang tak pernah putus. Sambung menyambung dari waktu ke waktu, dari masa ke masa, dari tahun ke tahun dan bahkan dari hari ke hari semakin rumit. 

Masalah kenalan remaja merupakan masalah yang kompleks terjadi di berbagai kota di Indonesia. Sejalan dengan arus modernisasi dan teknologi yang semakin berkembang, maka arus hubungan antar kota-kota besar dan daerah semkain lancar, cepat dan mudah. Dunia teknologi yang semakin canggih, disamping memudahkan dalam mengetahui berbagai informasi di berbagai media, disisi lain juga membawa suatu dampak negatif yang cukup meluas diberbagai lapisan masyarakat.

Kenakalan remaja biasanya dilakukan oleh remaja-remaja yang gagal dalam menjalani proses-proses perkembangan jiwanya, baik pada saat remaja maupun pada masa kanak-kanaknya. Masa kanak-kanak dan masa remaja berlangsung begitu singkat, dengan perkembangan fisik, psikis, dan emosi yang begitu cepat. Secara psikologis, kenakalan remaja merupakan wujud dari konflik-konflik yang tidak terselesaikan dengan baik pada masa kanak-kanak maupun remaja para pelakunya. Seringkali didapati bahwa ada trauma dalam masa lalunya, perlakuan kasar dan tidak menyenangkan dari lingkungannya, maupun trauma terhadap kondisi lingkungannya, seperti kondisi ekonomi yang membuatnya merasa rendah diri.


Mengatasi kenakalan remaja, berarti menata kembali emosi remaja yang tercabik-cabik itu. Emosi dan perasaan mereka rusak karena merasa ditolak oleh keluarga, orang tua, teman-teman, maupun lingkungannya sejak kecil, dan gagalnya proses perkembangan jiwa remaja tersebut. Trauma-trauma dalam hidupnya harus diselesaikan, konflik-konflik psikologis yang menggantung harus diselesaikan, dan mereka harus diberi lingkungan yang berbeda dari lingkungan sebelumnya. Pertanyaannya : tugas siapa itu semua ? Orang tua-kah ? Sedangkan orang tua sudah terlalu pusing memikirkan masalah pekerjaan dan beban hidup lainnya. Saudaranya-kah ? Mereka juga punya masalah sendiri, bahkan mungkin mereka juga memiliki masalah yang sama. Pemerintah-kah ? Atau siapa ? Tidak gampang untuk menjawabnya. Tetapi, memberikan lingkungan yang baik sejak dini, disertai pemahaman akan perkembangan anak-anak kita dengan baik, akan banyak membantu mengurangi kenakalan remaja. Minimal tidak menambah jumlah kasus yang ada." (sumber Whandi.net/1 jan 1970).


Kenakalan remaja, merupakan salah si anak? atau orang tua? Karena ternyata banyak orang tua yang tidak dapat berperan sebagai orang tua yang seharusnya. Mereka hanya menyediakan materi dan sarana serta fasilitas bagi si anak tanpa memikirkan kebutuhan batinnya. Orang tua juga sering menuntut banyak hal tetapi lupa untuk memberikan contoh yang baik bagi si anak. Sebenarnya kita melupakan sesuatu ketika berbicara masalah kenakalan remaja, yaitu hukum kausalitas. Sebab, dari kenakalan seorang remaja selalu dikristalkan menuju faktor eksternal lingkungan yang jarang memerhatikan faktor terdekat dari lingkungan remaja tersebut dalam hal ini orangtua. Kita selalu menilai bahwa banyak kasus kenakalan remaja terjadi karena lingkungan pergaulan yang kurang baik, seperti pengaruh teman yang tidak benar, pengaruh media massa, sampai pada lemahnya iman seseorang.


Ketika kita berbicara mengenai iman, kita mempersoalkan nilai dan biasanya melupakan sesuatu, yaitu pengaruh orangtua. Didikan orangtua yang salah bisa saja menjadi faktor sosiopsikologis utama dari timbulnya kenakalan pada diri seorang remaja. Apalagi jika kasus negatif menyerang orangtua si remaja, seperti perselingkuhan, perceraian, dan pembagian harta gono-gini. Mungkin kita perlu mengambil istilah baru, kenakalan orangtua.


Orang tua, sering lupa bahwa prilakunya berakibat pada anak-anaknya. Karena kehidupan ini tidak lepas dari contek-menyontek prilaku yang pernah ada. Bisa juga karena ada pembiaran terhadap perilaku yang mengarah pada kesalahan, sehingga yang salah menjadi kebiasaan. Para orang tua jangan berharap anaknya menjadi baik, jika orang tuanya sendiri belum menjadi baik. Sebenarnya nurani generasai ingin menghimbau â€Å“Jangan ajari kami selingkuh, jangan ajari kami ngomong jorok, tidak jujur, malas belajar, malas beribadah, terlalu mencintai harta belebihan dan lupa kepada Sang Pencipta, yaitu Allah.”


Tulisan ini mencoba mengajak merenung bagi kita para orangtua, bahwa kenakalan tak selalu identik dengan remaja, tapi justru banyak kenakalan yang dilakukan oleh para orangtua (di rumah, di masyarakat, dan di pemerintahan) yang akhirnya juga menjadi inspirasi remaja untuk berbuat nakal. Menyedihkan memang! (sumber O. Solihin)


Kenakalan orangtua dalam ikatan keluarga


Contohnya seperti :


Suka berkata-kata kasar, suka menghujat atau memaki, mengajari anak untuk melakukan perlawanan ketika anak diganggu orang lain, suka menyakiti anak secara fisik dan psikis, merokok seenaknya di depan anak-anak, dl (masalah akhlak).


Mengabaikan pelaksanaan syariat, sholat misalnya, banyak juga kita orang tua yang mengabaikan sholat, melalaikan sholat, bahkan tidak pernah sholat, membiarkan anak-anak gadisnya tidak menutup aurat, membiarkan anak-anaknya bergaul bebas (pacaran), membiarkan anak-anaknya minum-minuman keras, dll.



Kenakalan orangtua di masyarakat


Contohnya seperti :


Menciptakan suasana yang tidak produktif (bapak-bapaknya), misalnya waktu pagi, siang dan malam suka nongkrong sambil main gaple, atau main catur, walau tidak pakai uang, ini sama saja artinya tidak menjaga kehormatan diri, apalagi kehormatan keluarganya (istri dan anak-anaknya)? Sedangkan yang ibu-ibunya suka ngumpul sambil berghibah atau memfitnah, menghambur-hamburkan uang dengan gaya hidup yang konsumtif yaitu belanja di mall atau supermarket, bergaya hidup mewah.

Menyediakan sarana kemaksiatan, ini misalnya, jadi bandar narkoba, jadi bandar judi, menyediakan tempat hiburan (diskotik).

Pendidik yang lalai, ini bisa kita lihat di sekolah atau di kampus, padahal lembaga pendidikan adalah tempat yang aman untuk menimba ilmu pengetahuan atau belajar, tapi kenyataannya banyak pendidik yang memberikan contoh yang tidak baik terhadap anak didiknya, misalnya melakukan perbuatan asusila, menganiaya anak didiknya secara fisik, menjual ilmu demi keuntungan materi atau sering melakukan dosa pendidikan.

Menjadi pemilik media massa (baik cetak maupun elektronik: koran, majalah, tabloid, radio, televisi, dan juga internet) yang ‘hobi’ menampilkan bacaan, gambar dan tontonan yang merusak akhlak (pornografi, kekerasan, dan seks bebas) yang berlindung atas nama bisnis.

Kenakalan orangtua di pemerintahan

Contohnya seperti :
Suka korupsi, mengambil kebijakan menaikkan biaya pendidikan, menaikkan harga BBM, mahalnya biaya kesehatan, suka membuat janji-janji tapi lalu melupakannya, suka melakukan pungli atau suap menyuap.
Suka melanggengkan kemaksiatan, memberi izin untuk usaha prostitusi/lokalisasi, perjudian, tempat diskotik, pabrik minuman keras, dengan dalih besar pemasukannya.
Menutup mata terhadap problem yang diakibatkan usaha prostitusi, perjudian, narkoba, peredaran minuman keras, diskotik, dll.
Menerapkan aturan kehidupan yang tidak benar dan tidak baik, yakni Kapitalisme-Sekularisme (termasuk juga Sosialisme-Komunisme).

Marilah kita uraikan satu persatu petuah atau nasihat-nasihat yang kita berikan sebagai orangtua kepada anak-anak kita padahal kita melakukan dan tidak melakukannya :

Kita melarang anak kita berbicara kasar, padahal kita sering berkata-kata kasar pada anak kita.

Kita melarang anak kita tawuran atau ringan tangan, padahal kita sering menganiaya mereka anak-anak kita secara fisik, kita suka berkelahi di depan anak-anak kita, suka adu jotos di forum terhormat gedung lembaga legislatif ketika bersidang karena merasa tidak sepaham, yang di saksikan anak-anak kita langsung lewat televisi.


Kita melarang anak kita berbohong atau jujur, padahal sudah berapa kebohongan yang kita ciptakan kepada anak-anak kita.


Kita melarang anak kita mengkonsumsi narkoba, padahal kita sendiri adalah pemakai dan bandar narkoba itu sendiri.


Kita melarang anak kita bergaul bebas atau pacaran, padahal kita sendiri juga melakukan hal yang sama bergaul bebas baik dilingkungan masyarakat, maupun lingkungan kantor yang terkenal dengan nama selingkuh.


Kita melarang anak-anak kita minum-minuman keras dan berjudi, padahal kita adalah bandar judi dan pemilik pabrik menuman keras serta peminum dan penjudi.


Kita melarang anak kita merokok, padahal dirikita sudah sering membakar uang, dengan merokok di depan mata mereka, dan kita juga menjual rokok dan pemilik pabrik rokok.


Kita marah ketika anak kita tidak sholat, atau beribadah, padahal kita suka melalaikan bahkan tidak menunaikan kewajiban sholat.


Kita menghimbau agar anak-anak kita jangan mengkonsumsi tayangan yang pornografi, padahal dirikita sering menonton tayangan, membaca, mengakses situs-situs porno tersebut, bahkan kitalah yang memiliki media cetak, penulis naskah, membeli media-media pornografi tersebut.


Kita melarang anak-anak kita untuk menonton televisi terus menerus, padahal kita pengkonsumsi paling utama siaran televisi sampai tidak tidur.


Kita sering menasehati anak-anak kita untuk tidak berghibah atau memfitnah oranglain, padahal dirikitalah yang suka berghibah dan memfitnah itu.


Kita marah ketika tahu anak-anak kita sering nongkrong dan keluar malam, padahal kita juga melakukan hal yang sama, terkadang waktu shubuh baru pulang ke rumah.


Kita menasehati anak kita agar rajin sekolah, tetapi kita juga malas bekerja, bahkan sering mangkir dari kantor.


Kita mengeluhkan mengapa anak kita malas membaca, padahal kita juga sangat jarang memiliki kebiasaan membaca.


Kita sering mengajari mereka anak-anak kita untuk tidak melawan kepada orangtuanya, padahal kita dulunya juga suka melawan orangtua kita.


Kita marah ketika tahu anak kita suka mencuri, padahal kita sering mencuri uang negara, atau sering mendapatkan rejeki yang tidak halal.

Dan banyak lagi kenakalan-kenakalan yang kita lakukan sebagai orangtua, yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Semoga kita tidak termasuk dan tidak pernah melakukan kenakalan seperti yang diuraikan diatas. Amin. Jadi apa yang salah dengan kenakalan anak atau remaja, tidakkah ia sangat berbanding lurus dengan kenalan kita sebagai orangtua? Wallahualam.

Stop Killing Yourself

Seberapa sering Anda batal melakukan sesuatu yang sangat Anda inginkan, karena komentar orang lain? Dan seberapa sering orang lain undur langkah karena "nasihat" Anda? Beberapa kali. Mungkin sering. Itu "pembunuhan" namanya.

Menjadi "pembunuh" tidak sesulit itu dan tidak perlu masuk penjara pula. Tapi kesengsaraan orang yang "terbunuh" akan berlangsung sepanjang hidupya. Mengerikan? Memang. Jangan mengernyit dulu seolah itu massalah orang lain. Jangan-jangan, Anda pun pernah melakukan "pembunuhan" itu. Atau, bisa jadi Anda sudah "mati" sejak bertahun lalu.

Ini dia cerita yang sudah beredar lama. Disebarkan oleh Anthony Dio Martin. Pada tahun 1933, adalah seorang Jerry Siegel yang beride menciptakan tokoh superhero. Tokoh ini tenaganya lebih kuat dari besi, bisa terbang dan berasal dari planet lain. Jerry mengajak Joe Shuster yang pandai melukis untuk mewujudkan tokoh ini.

Tapi, gambaran manusia super pada masa itu dianggap tidak menarik. Komik itu tak kunjung laku, hingga waktu berjalan enam tahun. Puncaknya, mereka berdua mendengar kalau editor Detective Comics membutuhkan komik strip. Penuh semangat, keduanya menawarkan komik mereka.

Para editor Detective Comics menertawakan hasil karya mereka dan bilang, "Wah, tidak akan ada yang percaya dengan ide komik seperti ini. Gambarnya murahan dan tak mungkin laku dijual." Dera frustrasi sepanjang enam tahun (tak hanya sekali itu mereka ditertawakan), membuat keduanya menjual komik serta segala hak ciptanya dengan nilai hanya USD 130. Mereka berdua percaya bahwa komik mereka buruk, tidak akan laku, dan memang pantas dinilai segitu.

Tak lama setelah itu, komik mereka ternyata laku keras dan jadi pujaan semua orang. Hingga hari ini, si tokoh superhero itu sudah difilmkan, ditevekan, dengan jumlah merchandise tak terkira. Siapa yang tak kenal Superman?

Siegel dan Shuster hidup miskin ketika tokoh ciptaan mereka berjaya. Pada tahun 1975, ketika publik Amerika menekan Detective Comics, akhirnya mereka berdua mendapatkan jaminan finansial.

Anthony Dio Martin menyebut, apa yang diucapkan oleh Detective Comics terhadap Siegel dan Shuster sebagai killer statement. Kadang killer statement ini diucapkan tidak dengan maksud khusus, tapi dampaknya bisa membuat orang lain (atau Anda) merana.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sebenarnya kerap melakukan rangkaian "pembunuhan" terhadap diri sendiri. Pisau tajam itu berbentuk ungkapan yang (sepertinya) biasa-biasa saja, padahal kejamnya luarbiasa.

Anda bilang: "Duh, susah amat..." Orang lain bilang: "Sudahlah, lupakan masalah finance ini. Kamu pasti kesulitan, kan? Kita bicara masalah lain yang lebih enak buat kamu saja."
 
Kedengarannya baik hati sekali orang itu. Ungkapan itu membuat Anda benar-benar merasa kesulitan dengan masalah finance. Padahal, Anda hanya belum menemukan orang yang tepat, yang dapat menerangkannya dengan crystal clear.

Anda bilang: "Mana mungkin aku bisa..." Orang lain bilang: "Ngapain sih, kamu ngurusin soal ini? Nanti malah berantakan, kacau balau." Jangan langsung percaya pada omongan orang soal kemampuan Anda. Yang paling tahu apa yang Anda bisa adalah diri sendiri. Ganti kata "tidak mungkin bisa" dengan "belum bisa". Kalau memang Anda tertarik pada masalah tertentu, pelajari saja. Biarkan orang lain "menggonggong".

Anda bilang: "Aku kan, lemah di bidang itu..." Orang lain bilang: "Anak IPS kok, mau ngomongin soal astronomi. Kamu kan, lebih jago ngomongin ekonomi." Sekali lagi, tak seorang pun berhak menentukan siapa lemah di bidang apa. Kata siapa lulusan Sejarah hanya boleh tahu soal sejarah? Bukan tidak mungkin, dia juga menguasai prinsip dasar Fisika dan menyenanginya, kan? Jadi, jangan mengaku lemah, dan jangan mengiyakan tuduhan orang atas kelemahan itu.

Anda bilang: "Kenapa sih aku enggak pernah bisa nulis?" Orang lain bilang: "Kamu perlu usaha ekstra keras untuk bisa punya novel. Tulisan kamu enggak enak dibaca." Sekarang semua orang menulis. Jumlah blog ada jutaaan. Artinya, sebanyak itu pula penulis di dunia maya. Pasti lebih. Apakah semuanya profesional? No. Apakah semuanya berbakat? Absolutely no. Tapi, di mana ada mau, di situ ada bisa.
 
Tidak ada yang instan di dunia ini. Semua perlu proses. Hari ini mungkin tulisan Anda tak enak dibaca. Memangnya tidak ada hari esok? Dan lusa? Kejarlah mimpi Anda untuk jadi penulis, dan buatlah novel. Buatlah orang lain terbelalak.

Mulai hari ini, jangan lecehkan orang lain, apalagi diri sendiri. Tak perlu ada yang "mati" hari ini. Juga esok nanti. Selamat membuat hal besar!

Sumber : Kompas

Jumat, 04 Maret 2011

Pemula Berbisnis di Internet, Bisakah?

Pemula berbisnis di Internet, bisakah? Jika Anda sering menjelajahi dunia maya tentu sesekali akan menemukan iklan bisnis internet dalam berbagai bidang. Benarkah bisnis di internet itu ada dan benar-benar menghasilkan? Bisnis via internet memang ada dan nyata hasilnya tergantung pemilik bisnis, yang mau kerja keras ya hasilnya banyak. Bahkan bisnis di internet banyak kelebihannya, seperti tidak perlu urus surat izin, tidak perlu biaya transport, jangkauan pemasaran tanpa batas, promosi murah tanpa batas, sistem berjalan otomatis yang bekerja 24 jam.
Anda tentu memiliki facebook kan? Nah Pemilik/pembuat website facebook mendapat penghasilan milyaran dollar dari websitenya ini. Ya itu kan hanya bagi orang2 pinter pemrograman aja, o.. ternyata tidak mutlak.
Sekarang ini banyak bisnis penghasil rupiah tidak harus dijalankan oleh ahli komputer dan jago website, pemula pun sekarang bisa. Anda cukup mendaftar sebagai anggota dengan sedikit iuran sebagai modal, lalu anda akan diberikan website replika. Jadi Anda tidak perlu pusing urus buat website, tidak harus pinter program, html, php, hosting dan buat domain. Pokoknya semua sudah tersedia, tugas anda hanya promosi. Jadi keberhasilan anda terbgantung dari gencar tidaknya anda berpromosi.
Nah kali ini saya akan mereview salah satu bisnis simpel dengan modal webreplika yang bisa dipercaya, yaitu Master-Kaya. Untuk bisa menjalankan bisnis ini anda hanya membutuhkan sedikit modal untuk menjadi membernya dan hanya bayar sekali untuk selamanya. Setelah menjadi member anda punya hak akses penuh ke member area dan mendapatkan banyak sekali bonus. Selain itu anda berhak menggunakan webreplika untuk promosi, setiap ada member baru yang join melalui webreplika anda mendapat komisi 100%.

Kelebihan menjadi member Master-Kaya adalah;
1. Bisnisnya terpercaya dan terbukti menguntungkan
2. Tidak perlu membuat website/blog
3. Tidak perlu menyewa hosting dan domain
4. Mendapat komisi 100%
5. Modal murah dan terjangkau hanya sekali untuk selamanya
6. Tidak ada iuran bulanan
7. Bukan MLM, Smart Machine System, juga bukan penipuan
8. Mendapat support dari team yang handal
9. Dijalankan oleh sistem otomatis yang bekerja 24/7, artinya bekerja 24 jam, 7 hari seminggu.
10Sangat cocok bagi pemula apalagi yang bukan pemula
11.Disediakan alat promosi termasuk sofware iklan
12Hasil kerja keras 100% untuk anda
13Bonusnya luar bisa, banyak sekali dan bagus-bagus.
Bagi Anda yang berminat punya penghasilan dari internet buruan gabung.
Anda dapat mendaftar di sini atau klik gambar banner di atas
Raih sukses Anda bersama Master-kaya.

Selasa, 01 Maret 2011

Cara Mudah Mengambil Gambar Menggunakan Winsnap

Mengambil Gambar Menggunakan Winsnap sangat mudah dilakukan. Gambar-gambar yang diambil dari windows dapat dipasang pada saat posting. Gambar atau screnshot pada posting diperlukan untuk memperjelas dan mempermudah pengunjung memahami makna artikel, apalagi kalau blognya memuat tutorial, gambar akan sangat membantu mengikuti langkah demi langkah tutorial. Winsnap menjadi salah satu solusi untuk mengambil dan memotong gambar bagi keperluan tutorial di blog, tentu Winsnap bukan satu-satunya. Hasil pengambilan gambar-gambar menggunakan Winsnap dapat dilihat di sini.

Tatacara penggunaan Winsnap begitu mudah
1. Download dulu Winsap di situs resminya di : http://ntwind.com atau di sini
2. Lalu lakukan instalasi di kompi Anda
3. Winsnap siap untuk digunakan, untuk menggunakannya anda cukup tekan tombol Ctrl, Alt dan PrintScreenSysRq di keybord secara bersamaan.
4. Lalu akan muncul garis vertikal dan horizontal, letakkan di tepi gambar dimana Anda akan mulai memotongnya, lalu klik.
5. Seret mouse sampai batas gambar yang anda inginkan, lalu klik
6. Lalu klik Save image, gambar yang anda potong sudah tersimpan di kompi dan siap untuk di upload ke blog. Oh ya setelah selesai, Winsnapnya jangan diklose, tetapi cukup diminimize.

Beberapa Fitur dan Kelebihan Winsnap
1. Ujung-ujung kotak screenshot membulat
2. Dapat mengambil screenshot aplikasi secara langsung
3. Dapat memilih daerah yang akan discreenshot
4. Memberi tanda pada hasil screenshot
5. Membuat menu tutorial
6. Efek tambahan pada hasil screenshot
7. Ukuran file Winsnap yang kecil.

Nah bagi sobat blogger yang berminat segera pergi ke situsnya, sedot winsnapnya dan nikmati kemudahannya.

Selasa, 22 Februari 2011

Trik Mendatangkan Ribuan Pengunjung Ke Blog

Blog kedatangan Ribuan Pengunjung tentu mendatangkan kebanggaan tersendiri bagi pemiliknya. Siapa pun pemilik blog so pasti menginginkan banyak pengunjungnya. Berbagai usaha dan trik dilakukan untuk menarik minat pengunjung, satu cara diantarnya lewat artikel ini. Yang blognya masih sepi pengunjung seperti blog saya ini yuk ikuti trik ini. Artikel ini saya salin dari teman yang juga sedang berusaha manaikkan jumlah pengunjung ke blognya. Trik ini sangat bagus, karena itu baca terus sampai ke bawah dan terapkan juga ya di blog mu.

Trik ini bukan saja dapat mendatangkan ribuan pengunjung tetapi juga dapat menaikkan Page rank dan Backlink. Ini tentu akan sangat bermanfaat bagi para pemilik blog, jadi suatu saat kemungkinan blog bisa mendatangkan uang lho.

Trik ini saya baca ketika iseng – iseng berkunjung di blog sahabat, kemudian saya lihat isi dari widget alexa yang terpampang di sidebar blognya. Woowww….ternyata backlinknya banyak sekali, hingga puluhan ribu.Sudah lama sebenarnya saya menemukan posting seperti ini, namun dulu saya pernah sanksi apakah benar cara ini bisa berhasil menaikkan PR dan backlink.

Setelah saya membacanya kembali dan masih kurang yakin atas backlink yang saya lihat di alexa-nya sayapun kembali lagi mengunjungi blog-blog yang telah mengikuti cara ini. Dan ternyata benar, blog-blog yang menerapkan cara ini PR meningkat namun yang paling menonjol adalah backlink yang dimiliki blog-blog tersebut sungguh banyak sekali.Jika kita memiliki PR yang bagus dan backlink yang banyak, maka sangat cocok jika kita ikut program semacam paid reviews. Saya sungguh menyesal tidak menerapkan cara ini sejak dulu. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

Caranya sangat gampang kok, Anda hanya tinggal copy link yang berada di bawah ini dengan syarat Anda harus menghapus link pada peringkat 1 dari daftar, lalu pindahkan yang tadinya nomor 2 menjadi nomor 1, nomor 3 menjadi nomor 2, nomor 4 menjadi nomor 3, dst. Kemudian masukkan link blog Anda sendiri pada urutan paling bawah ( nomor 10). Dan silahkan ajak teman anda untuk mengikuti cara ini serta sebarkan cara ini ke banyak teman-teman Anda.

1. alfacroon

2. Trik-Gue

3. Pabrik Info

4. WordPress Paper’s

5. bootingskoBlog

6. A Zev Lee Bond

7. Kangisa Co CC

8. Kangisa WordPress

9. fh4djh4r

10. Tips-Triks Blog

Keterangan:

Jika Anda mampu mengajak lima orang saja untuk mengcopy artikel ini maka jumlah backlink yang akan didapat adalah:

1.Posisi 10, jumlah backlink = 1

2.Posisi 9, jumlah backlink = 5

3.Posisi 8, jumlah backlink = 25

4.Posisi 7, jumlah backlink = 125

5.Posisi 6, jumlah backlink = 625

6. Posisi 5, jumlah backlink = 3,125

7. Posisi 4, jumlah backlink =15,625

8. Posisi 3, jumlah backlink = 78,125

9. Posisi 2, jumlah backlink = 390,625

10Posisi 1, jumlah backlink = 1,953,125

Dan nama dari alamat blog dapat dimasukan kata kunci yang anda inginkan yang juga dapat menarik perhatian untuk segera diklik. Dari sisi SEO Anda sudah mendapatkan 1,953,125 backlink dan efek sampingnya jika pengunjung downline mengklik link Anda maka anda juga mendapat traffic tambahan.

Penulis sarankan Anda mencoba cara ini dan silakan copy sebarkan artikel ini ke teman-teman Anda. Hilangkan link nomor 1 dan masukan alamat blog Anda pada nomor 10. Buktikan sendiri hasilnya setelah itu baru komentar.

Peringatan:

*Artikel ini harus permanen selamanya di blog Anda, Anda tidak boleh menghapusnya.

Anda mau kan kedatangan ribuan pengunjung, ikuti cara ini mudah kok copas aja artikel ini. OK.


Psikolog: Anak Nakal Adalah Anak yang Cerdas

img
(Foto: thinkstock)

Oleh : Vera Farah Bararah

Jakarta, Orangtua kadang suka kesal atau marah-marah jika melihat anaknya selalu membuat masalah atau nakal. Namun psikolog mengungkapkan bahwa anak yang nakal adalah anak yang cerdas.

"Saat ini konsep kecerdasan sedang booming di masyarakat dan anak yang pintar selalu identik dengan anak yang jago matematika. Padahal anak yang cerdas itu adalah anak yang bisa menemukan hal-hal baru," ujar Efnie Indrianie, MPsi, seorang psikolog anak dari Psychobiometric dalam acara Inovasi Sidik Jari Cerdas Frisian Flag 2011 Bantu Ibu Berikan Stimulasi Optimal untuk si Kecil di Giggle FX Jakarta, Selasa (22/2/2011).

Psikolog yang akrab disapa Pipin ini menuturkan anak yang cerdas itu adalah anak yang suka membuat masalah, hal ini berarti anak tersebut memiliki kreativitas tinggi atau termasuk anak yang kreatif.

Anak yang kreatif umumnya bisa menemukan hal-hal baru atau berhasil menemukan suatu masalah, dan jika dilihat lebih jauh ke dalam otaknya maka sinapsis-sinapsis (pertemuan antara ujung saraf dengan saraf lainnya) akan terlihat ruwet.

Jika sinapsis di otak ruwet menandakan adanya koneksi yang bagus antara sel-sel saraf di otak, serta hal ini berarti anak mendapatkan stimulasi yang baik dalam perkembangan otaknya.

"Anak yang nakal atau usil itu karena tidak ada yang bisa dia kerjakan, jadinya ia malah jahil ke teman-temannya atau justru mencari-cari masalah," ujar psikolog yang menjadi Kepala Bidang Kajian Psikologi Perkembangan Universitas Kristen Maranatha Bandung.

Pipin menuturkan dalam hal ini orangtua harus menyalurkan apa yang dimiliki oleh anaknya, misalnya menyediakan alat-alat atau sesuatu yang bisa dikerjakan untuk menyalurkan bakat kreativitas si anak.

Sisi kreativitas ini termasuk ke dalam salah satu soft skill yang dimiliki anak, selain kreativitas ada juga beberapa soft skill lainnya yang dimiliki oleh anak yaitu:
  1. Kepercayaan diri, ada anak yang memiliki kepercayaan diri tinggi, tapi ada juga yang memiliki demam panggung misalnya berani jika di dalam rumah tapi begitu di luar rumah atau bertemu dengan orang lain ia menjadi pendiam atau malu-malu.
  2. Kepedulian, ada anak yang memang sudah memiliki kepedulian sejak kecil. Misalnya ia hanya memiliki satu kue tapi temannya ada dua, maka dengan sendirinya ia akan membagi kue tersebut menjadi 3 lalu membagikan satu per satu ke teman-temannya.
  3. Inisiatif, ada anak yang memang diketahui memiliki inisiatif tinggi sehingga ia cenderung responsif.
  4. Kreativitas, ada anak yang diketahui memiliki kreativitas tinggi tapi ada juga yang tidak.
Sumber : http://health.detik.com/

Mahasiswa Boleh Bawa Senjata ke Kampus

Mahasiswa Boleh Bawa Senjata ke Kampus AP/Rocky Mountain News, Rodolfo Gonzalez/sa


MAYORITAS anggota legislatif Negara Bagian Texas sepakat memberikan hak kepada para mahasiswa dan dosen untuk membawa senjata api ke kampus. Aturan itu akan dituangkan dalam bentuk peraturan perundang-undangan yang tengah digodok Senat.

Gubernur Texas yang berasal dari Partai Republik memberikan dukungannya terhadap RUU tersebut. Ia mengaku kerap membawa pistol ketika berolah raga di sekitar lingkungan rumah dengan dalih keamanan.

Para anggota dewan beralasan, korban kasus kekerasan bersenjata yang terjadi di sejumlah kampus tidak akan berjatuhan jika saja para mahasiswa dan dosen memiliki senjata untuk melindungi diri. Mereka mencontohkan kasus penembakan massal yang menghebohkan di kampus Virginia Tech pada 2007.

Di negara bagian lain, semisal Utah, aturan serupa telah diberlakukan. Di Colorado, pemerintah setempat memberikan kebebasan kepada pihak kampus. (Mps/AP/I-5) 

Followers

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes