Sabtu, 09 April 2011

Cara Cepat Membuat Form Kontak di Blogspot

Membuat Form Kontak- Agar komunikasi dapat berlangsung antara pengunjung dengan admin/pemilik blog, biasanya disediakan beberapa sarana seperti kotak komentar, buku tamu dan kontak via email. Kontak via email dapat dilakukan melalui Form Kontak. Kontak melalui email dengan admin blog memiliki kelebihan, bisa menyampaikan apa saja; pertanyaan, urusan bisnis dan lainnya secara lebih pribadi tanpa diketahui oleh pengunjung lain. Sedikit dampaknya bagi admin blog kalau pengujung blog makin ramai mungkin saja banyak yang kirim email berarti Anda akan kebnjiran email dunk.
Nah mengingat pentingnya form kontak maka kali ini saya akan sharing tentang cara membuat form kontak. Ada beberapa web penyedia form kontak seperti emailmeform, bravernet, dan kontactr, tetapi saya akan ambil satu contoh saja yaitu kontactr karena proses, bentuk dan kegunaannya tidak jauh beda.
Untuk membuat form kontak dari kontactr langkah-langkahny sbb;
1. Pergi ke website kontactr.com
2. Daftarkan diri Anda disana, gratis jangan khawatir, dengan cara mengisi form pendaftaran secara lengkap
3. Pihak kontactr akan mengirim link aktivasi keanggotaan ke email yang anda daftarkan
4. Buka email Anda, lalu klik link aktivasi yang diberikan
5. Anda akan dibawa masuk ke homepage kontactr, lalu Anda login dengan menggunakan username dan password Anda.
6. Anda akan menemukan halaman AJAX embed Widget, yang berisi kode html yang anda perlukan, copy kode yang disediakan tersebut

Langkah berikutnya adalah memasang html ke blog Anda;
1. Masuklah ke blogger sampai ke Dasbor dengan ID Anda
2. Anda bisa memasang form kontak Anda di postingan juga bisa Anda pasang di halaman tersendiri.
3. Jika sudah, seperti biasa klik terbitkan entri dan lihat blog Anda.
Selamat Anda sudah memiliki satu lagi sarana penghubung dengan pengunjung blog Anda.

Rabu, 06 April 2011

Mengatasi Blogger Galat bX-aefgfw

Pernahkah blog Anda mengalami blogger galat? Blogger Galat merupakan error yang terjadi pada blog. Umumnya disebabkan kesalahan pada penulisan atau meletakkan html. Galat pada blogger tidak berakibat fatal, jadi blog masih dapat diperbaiki dan tampil lagi. Blog yang sedang galat biasanya tidak dapat ditampilkan.Indikasi blog mengalami galat yaitu ketika mau diterbitkan akan muncul pesan dari blogger:

Maafkan kami, tapi kami tidak dapat memenuhi permintaan Anda....
Galat : bX-aefgfw

Bagaimana jika blog mengalami galat? Ada bebrapa alternatif yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi masalah galat, yang jelas jangan terlalu panik dulu, tenang. Lalu tempuhlah beberapa alternatif ini:

1. Bersihkan semua cahce, cokie dan history dari komputer Anda, cara ini pernah saya lakukan dan berhasil.
2. Jika langkah pertama gagal, ingat baik-baik apa yang terakhir Anda lakukan sebelum blog Anda mengalami galat, jika yang anda lakukan adalah menambah atau merubah html, maka kembalikan ke keadaan semula. Caranya masuk ke blog Anda melalui blogger, dan kembalikan blog anda ke dalam keadaan sebelum terjadi galat. Kalau sebelum galat Anda menambah html ya dibuang lagi html tambahan itu, kalau sebelum galat merubah posisi gadget ya kembalikan gadget ke tempat semula. Hal ini juga sesuai dengan pesan yang tertulis dari blogger untuk mengingat kembali hal terakhir sebelum muncul galat.
3. Jika langkah ketiga ternyata juga gagal masuklah ke forum blogger untuk mencari tahu dan atau mencari bantuan tentang masalah blog anda. Biasanya dalam pesan galat bagian bawah ada link untuk menuju forum blogger yang mengalami masalah sama dengan blog Anda. Kalau ternyata tidak ada yang sama dengan masalah Anda berarti anda adalah orang pertama yang mengalami masalah tersebut, maka mintalah bantuan ke blogger untuk menunjukkan solusi galat pada blog Anda. Tulislah masalahnya dan minta bantuan mengatasinya, ingat dalam bahasa Inggris ya. Jika blog Anda ternyata dapat dibuka kembali tanpa Anda lakukan apa-apa berarti pihak blogger telah memperbaikinya tanpa memberithu Anda.
Ada cara sederhana untuk menghindari terjadinya galat, yaitu setiap anda melakukan perubahan pada blog Anda maka sebelum Anda simpan atau Anda terbitkan perubahan itu coba klik Pratinjau terlebih dulu. Jika perubahan itu tidak dibenarkan blogger maka akan ada peringatan bahwa perubahan tidak dapat dilakukan biasanya alasannya Well Formed. Nah jadi anda masih bisa lakukan edit langsung, sehingga terhindar dari galat.
Nah itulah beberapa tips mengatasi masalah Blogger Galat, mudah-mudahan dapat membantu Anda.


Selasa, 05 April 2011

Tukar Link Yuk

Para sobat blogger guna mempererat persahabatan sesama blogger yuk kita saling tukar link karena juga bermanfaat menaikkan ranking alexa lho., kata mbah Google makin banyak link blog kita ditemukan mbah google di banyak tempat maka ranking blog makin tinggi pula. Bagi sobat yang ingin bertukar link dengan Informasi Dunia Pendidikan silahkan dengan syarat:
1. Blog anda sudah memiliki minimal 20 artikel
2. Blog anda sudah terindeks google
3. Blog anda tidak memuat conten por*o dan sara
4. Link Informasi Dunia Pendidikan dipasang di bagian Sidebar halaman utama blog sobat seperti yang Informasi Dunia Pendidikan lakukan
4. Konfirmasi setelah pasang laink melalui komentar di bawah.
Setelah saya cek benar dan sesuai dengan syarat di atas maka saya juga akan  pasang link Anda selama Anda memasang link Informasi Dunia Pendidikan .
Untuk memasang link Informasi Dunia Pendidikan silahkan copy kode dalam teks area berikut ini.


Link sobat Informasi Dunia Pendidikan dapat dilihat di side kanan pada bagian Link Partner



BENTUK PERGURUAN TINGGI

Perguruan Tinggi adalah satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan tinggi dan dapat berbentuk akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut, atau universitas.

Akademi menyelenggarakan program pendidikan profesional dalam satu cabang atau sebagian cabang ilmu pengetahuan, teknologi, atau kesenian tertentu.

Politeknik menyelenggarakan program pendidikan profesional dalam sejumlah bidang pengetahuan khusus.
Sekolah Tinggi menyelenggarakan program pendidikan akademik dan/atau profesional dalam lingkup satu disiplin ilmu tertentu.

Institut menyelenggarakan program pendidikan akademik dan/atau profesional dalam sekelompok disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau kesenian yang sejenis.

Universitas menyelenggarakan program pendidikan akademik dan/atau profesional dalam sejumlah disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau kesenian tertentu.

Jalur Pendidikan
Struktur pendidikan tinggi di Indonesia terdiri dari 2 jalur pendidikan, yaitu pendidikan akademik dan pendidikan profesional.

Pendidikan akademik adalah pendidikan tinggi yang diarahkan terutama pada penguasaan ilmu pengetahuan dan pengembangannya, dan lebih mengutamakan peningkatan mutu serta memperluas wawasan ilmu pengetahuan.
 
Pendidikan akademik diselenggarakan oleh sekolah tinggi, institut, dan universitas.
Pendidikan profesional adalah pendidikan tinggi yang diarahkan terutama pada kesiapan penerapan keahlian tertentu, serta mengutamakan peningkatan kemampuan/ketrampilan kerja atau menekankan pada aplikasi ilmu dan teknologi. Pendidikan profesional ini diselenggarakan oleh akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut, dan universitas.

Pendidikan akademik menghasilkan lulusan yang memperoleh gelar akademik dan diselenggarakan melalui program Sarjana (S1-Strata1) atau program Pasca Sarjana. Program pasca sarjana ini meliputi program Magister dan program Doktor (S2 dan S3).

Pendidikan jalur profesional menghasilkan lulusan yang memperoleh sebutan profesional yang diselenggarakan melalui program diploma (D1, D2, D3, D4) atau Spesialis (Sp1, Sp2).

Program pendidikan sarjana dan diploma merupakan program yang dipersiapkan bagi peserta didik untuk menjadi lulusan yang berbekal seperangkat kemampuan yang diperlukan untuk mengawali fungsi pada lingkungan kerja, tanpa harus melalui masa penyesuaian terlalu lama.

Program pendidikan pasca sarjana S2 (Magister), S3 (Doktor), dan Spesialis (Sp1, Sp2) merupakan program khusus yang dipersiapkan untuk kegiatan yang bersifat mandiri. Pendidikan S2 dan S3 lebih menekankan pada penelitian yang mengacu pada kegiatan inovasi, penelitian dan pengembangan, Sedangkan pendidikan spesialis ditujukan untuk meningkatkan pelayanan bagi pemakai jasa dalam bidang yang bersifat spesifik.

Nama, Hadiah Pertama Si Kecil

 Menanti sang buah hati adalah salah satu pengalaman menyenangkan sekaligus mendebarkan bagi calon orangtua. Termasuk memilih nama yang tepat bagi si kecil. Memilih nama memang menyenangkan, meski kadang membuat orangtua bingung. Pasalnya, nama adalah hadiah pertama yang diberikan bagi sang buah hati yang akan digunakan selamanya. Sebaiknya proses mencari nama untuk calon bayi jangan hanya sembarangan dan asal pilih saja.

Nama merupakan persoalan penting. Meskipun William Shakespeare mengatakan,“What’s in the name, a rose is a rose“. Apalah artinya sebuah nama, setangkai mawar tetaplah mawar yang harum mewangi.

Pemilihan nama yang tidak biasa atau unik memang semakin banyak dilakukan oleh para pasangan muda saat ini. Tengok saja pasangan Chris Martin dan Gwyneth Paltrow yang menamakan putrinya, Apple. Tak kalah unik, pasangan Arthur Ashe dan Jeanne Moutoussamy menamai anaknya, Camera. Nama Fuchsia menjadi pilihan Sting dan Trudie Styler untuk putrinya.

Dari pasangan selebritis Indonesia juga dapat ditemukan nama unik. Pasangan Melly Goeslaw dan Anto Hoed juga memilihkan nama unik bagai kedua putranya. Putra pertama pasangan ini dinamai Anakku Lelaki Hoed. Nama putra kedua pasangan Melly dan Anto juga tidak kalah unik yaitu Pria Bernama Hoed.

Selain itu, artis sinetron Lucky Hakim menamai putri pertamanya, Nokia Alike Putri Hakim. Yang artinya, bintang penghubung nan cantik. Dia menuturkan, ingin agar Nokia bisa menjadi penghubung ayah dan ibunya kelak. "Kami mengambil nama Nokia bukan karena merek handphone, tetapi Nokia diambil dari bahasa Italia yang punya arti bintang penghubung," jelas Lucky.

Menurut Penulis buku best seller Baby Name Book in the world, Bruce Lansky, beberapa orangtua menyesuaikan dengan memberi nama yang umum namun dimodifikasi dari pengucapapan atau ejaannya.

“Bahkan beberapa orangtua berusaha untuk mencari nama baru yang diperoleh dari tempat-tempat yang jauh,” ujar Lansky yang baru-baru ini merilis buku terbarunya Baby Names Around the World.

Dia menuturkan, saat ini perbedaan gender tidak lagi menjadi persyaratan mutlak untuk pemberian nama. Lansky mengungkap, tren yang terjadi ialah anak perempuan seringkali diberi nama yang biasanya diberikan nama anak laki-laki.

“Kini terdapat nama-nama yang dapat digambarkan sebagai nama androgini, yaitu nama yang dapat digunakan oleh anak laki-laki dan perempuan. Misalnya, nama seperti Terry, Chris, Dana dan Cameron,” paparnya.

Lansky menyarankan, untuk memilih nama anak sebaiknya kembali ke latar belakang yang paling fundamental, yang biasanya merupakan kebalikan dari pemberian nama sesuai tren.

“Pilihlah nama yang paling mudah diingat dan mudah diucapkan. Kemudian, pilihlah nama yang memiliki image positif dan tidak mudah untuk diejek. Serta, pilihlah nama panggilan yang disukai oleh orangtua,” saran Lansky.

Lebih baik berbagi pendapat dalam keluarga mengenai nama yang akan dipilih. Kemudian lihatlah respon ketika mereka mendengar nama tersebut.

“Pilihlah nama yang mendapat respon positif dibandingkan gumaman yang tidak senang,” tukas Lansky. (ri)

Tips Memilih Nama

Ada beberapa hal yang sebaiknya dipertimbangkan sewaktu orangtua memilih dan menentukan nama bayi, antara lain: Pilihlah nama yang terdengar indah sewaktu diucapkan dan serasi dengan nama keluarga Anda, bila menggunakan nama keluarga dibelakang nama si kecil kelak.
 
Memilih nama yang unik tetap bagus asalkan tetap indah didengar, serasi dan mudah diucapkan. Unik tidak berarti menjadi nama yang terdengar aneh atau sulit diucapkan. Memilih nama yang mengandung makna dan arti yang positif untuk kehidupan. Salah satu hal yang penting, jangan memberi nama yang mengandung arti dan makna buruk. Ingat nama tersebut akan dibawa selamanya oleh anak Anda. Pilihlah nama yang mudah untuk mengambil nama singkat atau panggilan sehari-hari. Juga pilihlahnama yang mudah untuk diucapkan. Pertimbangkn untuk memilih nama yang menunjukkan jenis kelamin yang jelas. Meskipun tengah tren memberikan nama yang dapat digunakan untuk pria dan wanita, sebaiknya Anda pertimbangkan lagi. Tampunglah semua ide-ide nama yang ada dengan suatu daftar, bisa dari majalah, tv, atau keluarga dan teman Anda. Sebaiknya jangan membiarkan siapapun memaksa untuk memberikan nama yang Anda tidak suka. Diskusikan bersama pasangan untuk memberi nama yang terbaik bagi si buah hati. Yangterpenting ialah kedua orangtua memilih dan memutuskan nama bayi yang disukainya. (ri) 
 

LULUSAN JAMAN SEKARANG

Kita semua tahu bahwa pengangguran di negeri ini luar biasa besarnya. Kita semua juga tahu bahwa lulus dari perguruan tinggi (sarjana) ternama pun tidak selalu menjamin pekerjaan seperti yang diharapkan.
Ironisnya lagi, serbuan tenaga kerja asing yang merangsek ke negeri ini meningkat dengan begitu tajam. Menurut data Depnakertrans, pada tahun 2004 hanya ada 19.567 ekspatriat di negeri ini. Tetapi di akhir tahun 2005, jumlahnya sudah mencapai lebih dari 51 ribu. Sebanyak 59,86% dari jumlah tersebut menduduki jabatan profesional, sementara 32,47% memegang pucuk pimpinan. Tentu saja, mereka menikmati fasilitas dan gaji yang begitu wah.

Konsep Dasar

Menurut saya, idealnya perguruan tinggi hadir sebagai institusi pembangun linkage antara dunia sekolah dan dunia kerja. Perguruan tinggi menjadi jembatan yang mempersiapkan lulusan sekolah dasar-menengah menjadi personel yang siap pakai dan siap diberdayakan.
University Linkage
Lulusan perguruan tinggi kemudian memegang “tanggung jawab” sebagai pemberi value added bagi perusahaan. Lebih lengkap lagi, lulusan perguruan tinggi dituntut untuk bisa meningkatkan value added perusahaan dengan menggunakan sumberdaya internal secara optimal serta memberikan feedback demi perbaikan perusahaan.
Sayangnya, perguruan-perguruan tinggi di Indonesia tidaklah sama kualitasnya. Ada yang benar-benar highly-reputable, tetapi ada pula yang sekadar (maaf) menjual ijazah. Akibatnya, lulusan perguruan tinggi menjadi sangat besar variansnya.
Banyak perusahaan yang mengaku telah membatasi varians mutu lulusan dengan mengontrol beberapa variabel, seperti IPK di atas 3, akan tetapi hasil tes internal perusahaan menunjukkan bahwa varians mutu lulusan tetap lebar.
Akibatnya lagi, ada lulusan-lulusan yang berkualitas tetapi masih menganggur; dan ada pula lulusan-lulusan yang “so-so” tetapi sukses mendapat pekerjaan dan memberi “value added” yang destruktif bagi perusahaan.
Kalau situasi demikian tetap terus terpelihara, bukan mustahil pengangguran di tanah air akan terus meningkat jumlahnya.

Yang Mempengaruhi Mutu Lulusan

Kualitas input. Untuk top PTN di Indonesia, screening test (PMB) dilakukan dengan cukup ketat. Di samping itu, beberapa PTN juga membuka jalur penerimaan tersendiri yang kualitasnya lebih disesuaikan lagi. Tapi ada juga perguruan tinggi yang membuka jalur penerimaan yang “ala kadarnya”; semata-mata karena kekurangan mahasiswa. Kalau sudah begini, wajar jika kualitas lulusan kemudian “biasa-biasa saja”.
Kualitas dan kuantitas dosen. Ada dosen berkualitas yang mengajar dengan penuh motivasi dan memberi materi dengan begitu inspiring. Ada juga dosen yang hanya membacakan buku, bercakap-cakap dengan papan tulis, dan kurang memiliki dedikasi. Perguruan tinggi memiliki kontribusi terhadap baik-buruknya kualitas dosen lewat kebijakan pengangkatan, remunerasi, dan faktor lingkungan. Gap pengajar yang begitu lebar dan dosen yang miskin akan pengalaman praktis kurang baik efeknya bagi mahasiswa.
Sistem penilaian. Walau sudah diatur oleh Dirjen Dikti, perbedaan sistem penilaian di perguruan-perguruan tinggi begitu lebar. Ada yang mensyaratkan nilai C sebagai batas kelulusan. Ada yang mensyaratkan penulisan research report. Ada juga yang bisa lulus asal nggak bener-bener kebangetan. Akibatnya, nilai A di sebuah perguruan tinggi “biasa” mungkin hanya “setara” dengan nilai C di perguruan tinggi yang highly-reputable.
Teaching materials. Perguruan tinggi seharusnya didukung oleh teaching materials yang memadai. Sayangnya, membeli buku teks dan berlangganan jurnal ilmiah membutuhkan biaya tinggi. Di kampus kami, alhamdulillah banyak mahasiswa yang bisa menikmati buku teks asing yang bermutu dan akses terhadap jurnal-jurnal terkini. Apakah setiap perguruan tinggi bisa mendapatkan fasilitas semacam itu? I doubt it.
Kualitas sarana prasarana. Penyelenggaran pendidikan tinggi tidak cuma disediakan dengan adanya ruang-ruang kelas. Perguruan tinggi harus punya perpustakaan, ruang dosen, aula, musholla/ruang ibadah, ruang pertemuan/ruang sidang, ruang bagi kegiatan kemahasiswaan, restroom, pantry, tempat parkir, dan seterusnya. Apa setiap perguruan tinggi punya semua itu? Kalau iya, bagaimana dengan kualitasnya?
Kerjasama. Yang sering dilupakan, perguruan tinggi kadang terlalu angkuh dan percaya diri tanpa merasa membutuhkan bantuan pihak lain. Faktanya, kerjasama antara perguruan tinggi dengan dunia kerja, organisasi profesi terkait, dan bahkan perguruan tinggi lainnya adalah wajib. Idealnya, dosen tamu harus sering didatangkan, studi banding/site visit juga perlu dilakukan.

Masalah-Masalah Umum

Kalau faktor-faktor yang mempengaruhi tersebut di atas gagal dipenuhi dengan baik, maka wajar jika lulusan-lulusan perguruan tinggi kualitasnya tidaklah seberapa. Apalagi jika mereka dibandingkan dengan lulusan-lulusan India atau Taiwan misalnya.
Kepercayaan diri. Sudah banyak dosen yang mengeluhkan rendahnya kepercayaan diri mahasiswa, baik itu kepercayaan diri secara umum, teknis, analitis, komunikasi, maupun kepercayaan diri dalam bidang lainnya. Contoh gampangnya, mahasiswa malas untuk bertanya/berkontribusi pada diskusi kelas. Sementara ketika ditanya apa mereka sudah faham dengan materi kuliahnya, lagi-lagi tidak ada yang menjawab. Kalau sudah begini, sulit sekali membangkitkan kepercayaan diri ketika mereka berada di dunia kerja.
Komunikasi efektif. Kebanyakan kegiatan perkuliahan cenderung dilakukan secara satu arah. Dosen dianggap dewa yang maha tahu segalanya. Akibatnya, mahasiswa merasa bahwa dosen adalah satu-satunya sumber ilmu. Akibat laten yang lebih parah, mahasiswa jadi minim dalam kemampuan komunikasi karena tidak terbiasa bertanya, berinteraksi dengan dosen, melakukan presentasi, diskusi kelompok, atau adu argumentasi.
Pengetahuan praktis. Banyak mahasiswa yang memiliki pengetahuan teoretis yang mumpuni namun tidak dilengkapi dengan pengetahuan praktis. Lucu jadinya jika seorang lulusan finance misalnya, tidak bisa memahami transaksi perbankan, praktek perpajakan, sulit merumuskan dan mempraktekkan feasibility study, tidak paham standar akuntansi internasional atau PSAK, tidak mengerti risk-based audit, dan juga praktek keuangan lainnya. Ibaratnya, mereka punya Ferrari tapi nggak bisa nyetir.
Presentasi dan kemampuan meyakinkan orang lain. Dalam dunia kerja, kemampuan presentasi, pitching, dan meyakinkan orang lain adalah skill yang mutlak diperlukan. Sayangnya, tidak semua kegiatan perkuliahan memfasilitasi mahasiswanya untuk melakukan presentasi. Sebagian mahasiswa memang terlatih dengan mengikuti kegiatan kemahasiswaan. Namun jumlahnya tentu tak seberapa dibandingkan jumlah seluruh mahasiswa yang ada.
Leadership. Seperti sudah disinggung di atas, mahasiswa yang pernah terlibat dalam organisasi kemahasiswaan sedikit beruntung karena memiliki tempat untuk mengembangkan kemampuan leadershipnya. Tapi, tentu tidak banyak lulusan yang sempat mendapatkan pengalaman leadership tersebut. Dunia kerja kini tidak lagi menuntut kinerja individual yang superior, tetapi lebih dari itu, kemampuan leadership dan teamwork yang mumpuni.
Keberanian dan etika. Sudah jadi rahasia umum kalau lulusan kita sering sungkan dalam mengambil keputusan berdasar sound business practice, corporate government, regulasi yang berlaku, cost-benefit analysis, project management, dan variabel lainnya. Namun, ada juga sebagian lulusan yang terlalu “berani” menembus batas etika bisnis maupun etika profesi yang seharusnya menjadi pegangan. Etika mutlak diperlukan agar kemampuan yang dimiliki tidak digunakan untuk hal-hal yang bertentangan dengan moral dan hukum.
Pengetahuan bisnis lemah. Sekarang jamannya globalisasi. Kita perlu memahami adanya transaksi keuangan dan pelaporan lintas negara, harmonisasi dan konvergensi antara satu kebijakan/satu negara dengan yang lainnya, dan ide pasar bebas (AFTA. EEC, WTO, dsb) yang semakin berkembang. Akibatnya, tanggung jawab seorang lulusan perguruan tinggi tidak melulu terbatas di bidangnya, tetapi juga memperluas ke luar daerah, mengarahkan orientasinya ke bisnis yang lebih bersifat strategik, dan bukan sekadar operasional atau taktikal.
Kemampuan bahasa inggris. Di sebagian perguruan tinggi, kemampuan bahasa inggris mahasiswa/lulusannya masih perlu dipertanyakan. Beberapa memang sudah mewajibkan skor TOEFL minimum dan memfasilitasi pendidikan/kursus inggris cuma-cuma bagi mahasiswa. Tapi respon dari mahasiswa belum terlalu baik. Padahal, kemampuan bahasa inggris mutlak diperlukan tidak hanya secara pasif, tetapi juga dalam presentasi, diskusi kelompok, penulisan laporan, dan sebagainya.
Komputer dan internet. Ini kisah nyata. Saya pernah bertemu dengan seorang mahasiswa S2 dari daerah yang tidak bisa mengoperasikan Microsoft Word dan bingung luar biasa dengan yang namanya internet. Tanpa bermaksud su’udzon, saya jadi bertanya-tanya, dulu gimana ya dia menyelesaikan skripsinya? Jangan-jangan…
Masalah persepsi umum. Ada sebagian profesi yang dicap negatif oleh publik. Akuntan misalnya. Dalam sebuah polling yang dilakukan suatu media, akuntan dianggap less trusted daripada pengacara, politisi, dan jurnalis. Wajar memang, mengingat banyaknya oknum akuntan yang sering melakukan mark-up project untuk kepentingan kelompok/pribadi, menyusun studi kelayakan tanpa menghitung depresiasi agar cost tidak terlalu tinggi, atau membuat laporan keuangan yang menyesatkan investor/publik. Siapkah mahasiswa jaman sekarang untuk menghadapi persoalan semacam itu?

Solusi

Kesempatan presentasi secara individual. Idealnya, kegiatan perkuliahan bisa memfasilitasi mahasiswa untuk melakukan presentasi, berdiskusi, melatih komunikasi, beradu argumentasi tanpa saling menjatuhkan. Lebih baik lagi jika kesempatan tersebut dilakukan dalam bahasa inggris.
Praktik simulasi bisnis. Khususnya di bidang bisnis/keuangan, perkuliahan banyak berkutat pada sisi teori dengan mengabaikan kemampuan praktis. Dengan praktik simulasi bisnis semacam itu, kemampuan teknis yang dimiliki akan lebih diarahkan untuk mengatasi persoalan (problem solving) dan membuat keputusan (decision making).
Integritas dan profesionalisme. Kemampuan untuk menegakkan integritas dan profesionalisme mutlak diperlukan karena seorang lulusan perguruan tinggi nantinya akan bertanggung jawab penuh pada perusahaan dan kepentingan publik (stakeholder). Mereka juga dituntut untuk tunduk pada standar profesi. Sayangnya, mata kuliah terkait dengan keagamaan, civics, etika, dan personality development seringkali dipandang sebelah mata oleh mahasiswa.
Suasana ilmiah yang terkondisi. Kuliah seharusnya bisa menjaga terpeliharanya suasana ilmiah. Dengan demikian, mahasiswa “akrab” dengan perpustakaan, familiar dengan dosen, betah berjam-jam nongkrong di lab, dan melakukan kegiatan ilmiah lainnya. Sayangnya, banyak mahasiswa yang hanya kuliah, bikin tugas, praktikum, lalu pulang.
Jangan jadi kupu-kupu. Seperti disinggung di atas, banyak mahasiswa yang jadi kupu-kupu: kuliah-pulang, kuliah-pulang. Padahal, ada baiknya spend some times di kampus untuk melakukan kegiatan organisasi kemahasiswaan, terlibat dalam kegiatan olahraga, menjadi asisten/tutor, magang dan terlibat dalam proyek penelitian, dan kegiatan-kegiatan positif lainnya.
Sikap mental positif. Dunia kerja penuh dengan tantangan dan tekanan yang saling berbenturan antara pihak-pihak berkepentingan (conflict of interest). Ada baiknya sejak dini disiapkan sikap mental positif seperti trust, image positif, integritas, profesionalisme, dan kredibilitas. Integritas dan kredibilitas, terutama, sangat penting untuk mengatasi masalah persepsi umum seperti tersebut di atas.
PS: Selamat bagi UGM yang masuk Top 100 Best University versi The Times. Semoga segera menyusul bagi universitas-universitas lain.

Mama Papa, Lihat Langkah Pertamaku!

Dunia anak adalah dunia yang penuh dengan pembelajaran, penjelajahan, dan perkembangan baik motorik maupun kognitif. Orangtua seringkali lupa betapa berat usaha yang harus dilakukan si kecil dalam mencoba melakukan segala sesuatu. Mulai dari menggerakkan tubuh, merangkak, berdiri hingga melangkahkan kaki di lantai yang serasa bergoyang.

Menurut Penulis Baby Steps, Claire B.Kopp dan Henry Holf, gerakan sangat penting untuk memungkinkan anak tumbuh. Gerakan adalah kunci pembelajaran bayi dan sangat penting untuk perkembangan otak.

Dengan menggunakan gerakan seluruh tubuhnya dan seluruh panca inderanya, si kecil “memprogram” alat gerak dan penerimaannya, saraf dan sel-sel otak.

Dalam publikasi yang mengulas filosofi dan praktik metode Montessori berjudul ”The First Year—Crawling, Pulling Up, Standing”, dikatakan salah satu pencapaian paling menggetarkan untuk seorang anak adalah belajar menggerakkan tubuhnya untuk meraih objek yang diinginkan.

Bayi punya beberapa cara untuk melakukannya, yaitu dengan merangkak, mundur, tengkurap, menyamping, merayap, berguling, serta mengangkat perut dengan lengan dan kaki. Belajar menggerakkan tubuh inilah yang disebut ‘pekerjaan penting’.

Sebagian orangtua merasa senang jika anaknya mengalami perkembangan yang cepat seperti proses berjalan. Sebagian kita merasa senang jika bayi langsung belajar berjalan tanpa merangkak dulu. Padahal, merangkak itu penting buat bayi.

Dokter anak, chiropractor dan anggota International Chiropractor Association asal Amerika Serikat, Peter Fysh mengatakan, merangkak menuntut pemakaian kaki dan tangan yang berlawanan secara simultan.

Mulai dari menggerakkan tangan kanan dengan kaki kiri, diikuti tangan kiri dengan kaki kanan dan seterusnya, dalam gerakan timbal-balik. Tiap gerakan semacam itu menuntut pemakaian kedua belahan otak kiri dan kanan dalam sebuah koordinasi neurologis yang kompleks.

Berjalan terlalu dini atau  merangkak terlalu singkat sebelum mulai berjalan diduga berhubungan dengan masalah akademis di belakang hari.

“Penelitian terhadap anak-anak yang digolongkan ‘berjalan terlalu dini’ menunjukkan bahwa mereka meraih skor  lebih rendah dalam berbagai tes prasekolah,” kata Dr. Fysh.

Spesialis Anak dan Konsultan Tumbuh Kembang, Dr Soedjatmiko, SpA(K) MSi mengatakan, saat anak bebas bergerak maka akan merangsang kecerdasan bayi mengkoordinasikan gerakan lengan, kaki sehingga terarah sesuai keinginannya.

“Semakin terampil merangkak dan berjalan maka semakin bebas bergerak sehingga anak semakin percaya diri, merasa tidak tergantung pada orang lain untuk berinteraksi dengan lingkungan,” tutur Soedjatmiko.

Dia menambahkan, semakin mudah mereka mengeksplorasi lingkungan, berinteraksi dengan banyak benda dan lingkungan baru, sehingga pengetahuan, pengalaman dan kecerdasannya akan bertambah.(berbagai sumber/ri)

Tahapan Tumbuh Kembang Si Kecil (0 - 24 bulan)

0 - 3 Bulan
  • Belajar mengangkat kepala.
  • Mengikuti obyek dengan matanya.
  • Melihat muka orang dan tersenyum.
  • Bereaksi terhadap suara/bunyi.
  • Mengoceh spontan.
3 - 6 bulan
  • Mengangkat kepala 90 derajat.
  • Berusaha meraih benda-benda.
  • Menaruh benda-benda di mulut.
  • Tertawa atau menjerit bila diajak bermain.
  • Berusaha mencari benda-benda yang hilang.
6 - 9 bulan
  • Mulai tengkurap dan berbalik sendiri.
  • Dapat duduk tanpa dibantu.
  • Dapat merangkak, meraih benda atau mendekati seseorang.
  • Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan yang lain.
  • Memegang benda kecil dengan ibu jari dan telunjuk.
  • Mengeluarkan kata-kata tanpa arti.
  • Takut kepada orang lain.
  • Berpartisipasi dalam permainan tepuk tangan dan sembunyi-sembunyian.
9 - 12 bulan
  • Dapat berdiri sendiri tanpa dibantu.
  • Dapat berjalan dengan dituntun.
  • Menirukan suara.
  • Mengulang bunyi yang didengar/belajar mengatakan satu atau dua kata.
  • Mengerti perintah/larangan sederhana.
  • Selalu mengeksplorasi dan memasukkan semua benda ke mulutnya.
  • Berpartisipasi dalam permainan.
Sumber : Republika.co.id

Followers

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes