Selasa, 05 April 2011

Memilih Sepatu Untuk Pertumbuhan Kaki

Kerangka kaki anak yang masih berkembang mengikuti pertumbuhkan umur dan aktivitas, membutuhkan alas kaki yang tepat. Jelas berbeda dengan kebutuhata orang dewasa yang struktur kakinya sudah terbentuk.

Kaki manusia dewasa terdiri dari 26 tulang yang bekerjasama menggerakkan kaki hingga bisa beradaptasi bahkan terhadap permukaan jalan yang tidak rata. Tulang-tulang itu juga bertindak sebagai peredam getar pada setiap langkahnya.

Pembentukan tulang kaki sebagai proses yang rumit dan memerlukan waktu yang lama. Pada bayi yang baru lahir, kaki terdiri dari tulang lunak yang sangat lembut.

Tulang lunak perlahan akan berubah menjadi tulang yang sebenarnya sejalan dengan pertambahan usia anak. Tulang yang keras dan sempurna pada kaki baru benar-benar terbentuk sekitar usia 18 tahun.

Menurut Children’s Foot Health Register, sekitar 70% gangguan pada kaki disebabkan oleh penggunaan sepatu yang tidak tepat atau ukuran sepatu yang tidak akurat di masa anak-anak.

Padahal gangguan pada kaki tidak dapat dipandang sebelah mata. Seperti sebuah rumah, kaki adalah pondasi dari keseluruhan tubuh. Kelainan pada pertumbuhan dan bentuk kaki juga dapat berdampak buruk pada tubuh yaitu antara lain postur dan cara berjalan anak yang bisa terus terbawa hingga dewasa.

Kaki anak memiliki tulang yang masih lembut dan sensitif. Selain itu, kaki anak juga sangat cepat pertumbuhannya. Para ahli medis spesialis kaki (podiatrist) sangat menganjurkan para orangtua untuk memastikan ukuran sepatu anak pada saat membeli, baik ukuran panjang maupun lebarnya. Pada usia balita, idealnya pengecekan ukuran sepatu dilakukan setiap enam sampai delapan minggu.

Podiatrist dari Glasgow Caledonian University Gordon Watt mengatakan, orangtua masih banyak yang kurang mewaspadai masalah yang berhubungan dengan perkembangan kaki.

“Kewaspadaan terhadap masalah yang dapat diakibatkan oleh terhambatnya perkembangan kaki anak, seharusnya dapat mendapatkan konsultasi dari podiatrist untuk meningkatkan kesehatan kaki anak,” ujar Watt.

Oleh karena itu, diperlukan sepatu yang tepat untuk dapat mendukung perkembangan kaki anak. Saat anak mulai dapat berjalan, sebaiknya mulai dibiasakan mengenakan sepatu. Selain berguna untuk membentuk kaki yang ideal dan normal, juga agar anak dapat langsung belajar mengatur jatuhnya titik berat tubuh pada posisi yang benar.

"Manfaat sepatu juga untuk menjaga pertumbuhan serta rotasi tulang tungkai. Lebih baik jika anak mulai mengenakan sepatu sejak usia 1,5-7 tahun,” terangnya.

Ukuran sepatu anak akan mengalami perubahan bisa sampai 34 kali. Hingga anak menjelang umur 10 tahun. Setelah itu, perlu menunggu sampai usia 18 tahun, agar berkembang sepenuhnya menjadi kaki dewasa. Mulai umur 18 tahun, ukuran sepatu anak mulai sedikit sekali mengalami perubahan.
           
Faktor penting yang harus dimiliki sepatu anak antara lain kemampuan mendukung struktur kaki anak yang sangat beragam, sol yang lunak tapi aman, bantalan atau cushion yang empuk tapi tidak licin, serta ruang kaki dimana ujung jari kaki dapat bebas. (feetforlife.org/ri)

 Sumber : Republika.co.id

Bayi Lahir Alami Lebih Dekat dengan Ibu

Secara alami, ibu dan anak memiliki keterikatan (bonding) yang istimewa. Sebuah penelitian membuktikan, bayi yang dilahirkan secara normal memiliki keterikatan yang lebih tinggi dibandingkan yang dilahirkan melalui operasi caesar.

Pasalnya, ibu yang melahirkan bayi secara alami akan menyebabkan respon menangis lebih tinggi dari ibu yang memilih melahirkan secara caesar. Demikian fakta yang ditemukan para peneliti di Amerika.

Scan otak yang dilakukan terhadap 12 ibu yang baru melahirkan, ditemukan aktivitas yang menghubungkan motivasi dan emosi pada saat melahirkan secara alami.

Tim dari universitas Yale mengatakan, perbedaan hormon yang dihasilkan dalam proses kelahiran dapat menjadi kunci.

Kontraksi merupakan bagian terpenting untuk memicu produksi hormon Oksitosin ketika melahirkan secara alami dan juga mempunyai peran kunci untuk membentuk prilaku keibuan. Kelahiran secara caesar tidak akan memicu produksi hormon yang sama.

Tim Yale kemudian mendapatkan hasil scan otak dari 12 orang wanita dua atau empat minggu setelah mereka melahirkan-yang dikenal dengan periode postpartum awal. Setengahnya melahirkan secara caesar dan setengahnya lagi secara alami.

Perbedaan dalam aktivitas otak telah ditemukan tidak hanya berpengaruh terhadap respon ibu terhadap anak tapi juga menciptakan mood ibu.

Ketua Tim peneliti, DR James Swain mengatakan, penelitian yang dilaporkan dalam jurnal psikologi anak dan psikiatri itu diharapkan akan menciptakan keterikatan batin antara ibu dan anak.

"Hasil yang penelitian akan mendukung teori bahwa perbedaan kondisi melahirkan pada saat caesar atau alami
akan mempengaruhi tingkat respon yang terbentuk dalam otak setelah melahirkan,"ujarnya.

Profesor James Walker, pembicara untuk the Royal College of Obstetricians and Gynaecologists mengatakan, pihaknya telah lama mengenali wanita yang melahirkan secara caesar mempunyai masalah dengan keterikatan dengan bayi mereka.

Bagaimanapun, Walker menambahkan, alasan masalah ini tidak selesai karena ada hubungan antara kesulitan ketika persalinan membuat melahirkan secara caesar menjadi pilihan utama.

Studi terakhir diperoleh hanya satu wanita yang tidak memilih melahirkan secara caesar dari enam orang yang melahirkan, tapi profesor Walker mengatakan, terdapat pengaruh karakteristik personal spesifik dari keluarga yang membuat kelahiran alami semakin sulit.

Dia menambahkan, ada kemungkinan bahwa wanita yang melahirkan secara caesar lebih cepat proses persalinan ketimbang yang memilih secara alami.

Tidak adanya studi menyeluruh memperkirakan bahwa ibu yang memilih melahirkan secara caesar akan mengalami masalah keterikatan dengan bayi mereka.

"Tidak diragukan bahwa kebanyakan wanita yang memilih caesar tidak bisa menjadi ibu yang sempurna," katanya.

The National Childbirth Trust, Belinda Philips mengatakan, keterikatan antara ibu dan bayi adalah sangat penting dan respon dari bayi ketika menangis menjadi pelengkap naluri keibuan.

"Wanita yang memilih caesar harus mememluk anaknya yang baru lahir untuk bersentuhan langsung dengan kulit si bayi dan membantu memberi makan dan perawatan untuk bayi mereka," tuturnya.

Antara 10% dan 20% dari keseluruhan bayi di Inggris lahir secara caesar. Kecenderungan peningkatan kelahiran melalui operasi itu juga terjadi di Indonesia terutama kota besar. Penelitian semacam itu sebaiknya menjadi perhatian para wanita untuk lebih memilih melahirkan secara alami. 
 

Apa Sih, Dampak Anak di Depan Komputer/TV Tak Lebih dari Dua Jam?

Apa Sih, Dampak Anak di Depan Komputer/TV Tak Lebih dari Dua Jam?
Makin jarang, wanita yang ingin punya anak di AS

Selama lebih dari dua jam sehari menonton televisi ataupun bermain "video game" di komputer dapat memberikan risiko yang lebih besar bagi anak-anak pada masalah kejiwaan apapun tingkat aktivitas mereka, demikian menurut sebuah penelitian di Inggris pada Selasa.

Para peneliti dari Universitas Bristol meneliti lebih dari 1.000 anak kecil yang berumur sepuluh hingga 11 tahun. Selama lebih dari tujuh hari, mereka mengisi kuesioner yang menanyakan intensitas waktu yang mereka habiskan sehari-hari di depan televisi atau komputer dan menjawab pertanyaan yang menjelaskan keadaan jiwa mereka, termasuk emosi, tingkah laku, dan masalah yang bersangkutan lainnya sementara sebuah pengukur tingkah laku (accelerometer) memantau aktivitas fisik mereka.

Jumlah selisih kerumitan kejiwaan secara signifikan sebanyak sekitar 60 persen lebih tinggi bagi anak kecil yang menghabiskan waktu lebih dari dua jam selama satu hari di depan salah satu layar tersebut, dibandingkan dengan mereka yang menonton pada waktu yang lebih sedikit, kata laporan para peneliti di dalam jurnal Pediatrics.

Angka selisih tersebut menjadi berlipat bagi anak kecil yang menghabiskan waktu lebih dari dua jam di depan kedua jenis layar tersebut selama sehari.

Para peneliti menemukan hasil ini tanpa memerhatikan jenis kelamin, umur, tingkat pubertas, atau tingkat pendidikan dan kemampuan ekonomi dan tidak memantau keaktifan anak tersebut selama sisa harinya.

"Kami mengerti aktivitas fisik baik bagi kesehatan jiwa dan tubuh pada sang anak dan terdapat beberapa bukti bahwa menonton layar itu mengakibatkan kelakuan yang negatif," ujar Dr. Angie Page kepada Reuters Health. "Namun hal itu masih belum jelas apakah tingkat aktivitas fisik akan "mengimbangi" tingginya tontonan pada layar itu bagi anak kecil."

Para peneliti menemukan masalah kejiwaan jauh meningkat jika anak kecil mengalami pelatihan sehari-hari mulai dari tingkat yang sedang hingga ketat selama kurang dari satu jam atas meningkatnya tontonan pada layar itu.

Bagaimanapun, aktivitas fisik tidak hadir untuk mengimbangi konsekuensi kejiwaan pada waktu tontonan layar itu.

Para peneliti mengatakan waktu yang tetap juga tidak berhubungan dengan mental kelakuan yang baik. "Tampaknya lebih kepada apa yang kamu lakukan pada waktu tetap itu yang menjadi penting," ujar Page, menjelaskan kurangnya dampak negatif ditemukan pada kegiatan seperti membaca dan melakukan pekerjaan rumah.

Page dan tim penelitinya mengakui beberapa keterbatasan pada penelitiannya, termasuk potensi ketidak-akuratan seorang anak sewaktu mengisi jadwal kegiatan pada kuesioner.

Sumber :http://www.republika.co.id/

Masih Adakah Dongeng Sebelum Tidur?

Masih Adakah Dongeng Sebelum Tidur?

Aktivitas keluarga modern yang dinamis segera memunculkan polemik baru. Salah satunya yaitu punahnya tradisi membacakan cerita kepada anak-anak menjelang tidur.

Sebagian besar orang tua modern condong memiliki kegiatan begitu banyak sehingga tidak memungkinkan untuk membacakan cerita kepada anak-anak mereka.

Sebuah survei di Inggris menyebutkan hanya 60 persen anak-anak yang kini dewasa mengaku pernah dibacakan cerita oleh orang tua mereka. Sekarang, hampir 50 persen orang tua hanya mematikan lampu dan menutup pintu ketika waktu tidur anak-anak tiba.

Hasil survei lainnya disebutkan pula orang tua mengaku sulit untuk menyisihkan sedikit waktu demi membacakan cerita kepada anak-anak mereka sebagai pengantar tidur. Survei yang digagas Talktalk, sebuah perusahaan telekomunikasi di Inggris juga menyebutkan hanya 52 persen orang tua yang membaca cerita sebelum anak-anak mereka tidur.

Sisanya 48 persen mengatakan kehidupan mereka terlalu sibuk untuk bercerita. Namun, delapan dari sepuluh yang disurvei setuju bahwa perkembangan anak bisa ditingkatkan dengan membaca tidur.

Tahun lalu, pemerintah Inggris mengkhawatirkan kondisi itu dengan meminta orang tua di Inggris agar menyediakan waktu kepada anak-anak mereka untuk bercerita. Pemerintah Inggris melihat Wales, East Anglia dan Skotlandia merupakan wilayah Inggris Raya yang paling tidak mungkin meneruskan tradisi bercerita. Sementara Pemerintah Inggris masih menyimpan harapan kepada orang tua di London, West Midlands Barat dan Utara untuk meneruskan harapan tersebut.

Lantas bagaimana dengan Indonesia, apakah dongeng Bawang Putih dan Timun Mas suatu saat tinggal kenangan?

Sumber : Republika.co.id

Inilah Alasan Mengapa Tidur Cukup Penting bagi Anak-anak

Inilah Alasan Mengapa Tidur Cukup Penting bagi Anak-anak
tidur penting bagi anak-anak


Kurang tidur membuat anak-anak lelah, rewel, dan "kurang beruntung" di sekolah.

Penelitian menunjukkan anak-anak perlu tidur untuk perkembangan otak dan kesehatan. Berikut alasannya:

• Para ilmuwan mengetahui bahwa anak-anak menghabiskan banyak waktu lebih dari orang dewasa menuju apa yang disebut rapid eye movement (REM) dalam tidur, yang merupakan tahap mimpi dari siklus tidur. Bayi menghabiskan waktu sekitar delapan jam dalam tidur REM; dewasa muda menghabiskan waktu sekitar 90 menit dalam tidur REM. Tidur REM adalah waktu yang penting untuk aktivitas otak. Otak tetap aktif selama siklus mimpi seperti  ketika kita terjaga. Para ilmuwan menganggap semua kegiatan ini berhubungan dengan plastisitas saraf - pertumbuhan dan perubahan sel-sel otak - dan percaya bahwa tidur REM memberikan kesempatan untuk pertumbuhan dan perubahan.

• Dalam sebuah studi di Amerika terhadap anak-anak berusia 10 sampai 14 tahun, peneliti membatasi mereka tidur hanya lima jam. Keesokan harinya, baik pemikiran abstrak dan kreativitas mereka (sebagaimana diukur dengan tes standar) mengalami penurunan sementara. Satu studi anak-anak Israel sembilan sampai 12 tahun, dirilis pada tahun 2003, menunjukkan bahwa tidur anak yang disunat satu jam berdampak negatif terhadap jumlah yang mereka bisa ingat dalam tes standar, kata Avi Sadeh, penulis penelitian dan seorang profesor di departemen psikologi di Tel Aviv University.

• Kurang tidur pada anak-anak dimulai selama tahun-tahun sekolah, kata Sadeh. Studinya anak usia sekolah Israel (dari kelas 2, 4 dan 6) dalam 200 menemukan bahwa siswa kelas 6 tidur satu jam lebih sedikit daripada anak-anak muda dalam penelitian dan melaporkan angka jauh lebih tinggi dari kantuk di siang hari. "Perilaku tidur anak yang lebih tua mungkin tidak sesuai dengan kebutuhan fisiologis mereka," ia menyimpulkan, dan dia memperingatkan bahwa anak-anak berisiko kurang tidur kronis.

• Sebuah studi di Italia dalam sebuah ruang gawat darurat atas anak laki-laki pada tahun 2001 menunjukkan hubungan antara risiko cedera dan tidur kurang.

• Anak-anak yang tidak mendapatkan cukup tidur juga bisa menunjukkan tanda-tanda gangguan hiperaktif, dan aktivitas lebih. "Jika Anda memiliki anak yang memiliki masalah perhatian, impulsif, hiperaktif atau masalah perilaku lain, Anda harus memeriksa masalah tidur," kata Dr Judith Owens, direktur klinik gangguan tidur anak di Hasbro Children's Hospital di Kanada. Meskipun hiperaktif tak sepenuhnya disebabkan oleh kurang tidur, tidur lebih adalah hal pertama yang disarankan oleh dokter untuk mengobati kondisi ini.

Sumber : Republika.co.id

Si Buyung Mulai Kecanduan Internet? Begini Lho Bu, Cara "Mengawal"-nya

venturebeat.com
Si Buyung Mulai Kecanduan Internet? Begini Lho Bu, Cara
Ilustrasi
Mengakses internet sudah menjadi bagian dari gaya hidup anak. Bahkan, anak SD sekalipun sudah banyak yang menjadi penjelajah dunia maya. Nurlina Purbo, salah seorang pendiri Kelompok Remaja Melek IT (KeRMIT), memaparkan rambu-rambu berinternet yang harus diperhatikan orang tua:

* Sesuaikan pengawasan yang diberikan dengan usia anak.

* Di usia TK, anak hanya sebatas melihat dan menerima penjelasan tentang hal-hal yang ingin diketahuinya. Orang tua harus mencarikan informasi dan membukakan lamannya.

* Pada usia SD dan SMP, anak dapat browsing secara mandiri. Namun, beri batasan apa saja yang boleh dikunjunginya. Orang tua mesti berada di samping anak untuk mendampinginya berselancar di world wide web.

* Bekali anak dengan pegangan moral. Inilah yang akan memagari mereka dari keburukan yang mungkin ditemuinya saat browsing.

* Berikan aturan yang jelas. Pastikan anak memiliki batasan waktu maupun budget untuk mengakses internet. Rambu inilah yang dapat mengawal anak yang sudah remaja ketika memanfaatkan internet di kesehariannya.

Jika diperlukan, pasang parental software. Ada filter Asusila yang direkomendasikan Kementerian Kominfo, Ubuntu Muslim Edition, atau Blankon Sajadah yang bisa Anda unduh secara cuma-cuma.

Tampilan Baru Informasi Dunia Pendidikan

Tampilan Baru Informasi Dunia Pendidikan - Mulai awal April ini Informasi Dunia Pendidikan telah berganti tampilan alias ganti Template. Penggantian template ini bermula dari keinginana untuk memasang widged baru di bawah header. Setelah bergoogling ketemulah sama blog yang keren banget milik Mas Hartono, merasa jatuh cinta maka saya coba pasang salah satu triknya, yaitu membuat 3 kolom di bawah header. Keinginan membuat 3 kolom di bawah header sebenarnya sudah lama, cuma selalu tertunda.
Setelah saya copy kodenya terus tak pasanglah di blog ini "Jreeng" senengnya berhasil membuat 3 kolom di bawah header. Namun kolom2 baru tersebut ternyata bermasalah, link nya tidak ada yang aktif, dan kolomnya ga bisa sejajar, berbagai upaya saya lakukan e.. hasilnya nihil. Utak atik sendiri ga bawa hasil maksimal akhirnya saya ambil jurus terakhir. Saya hubungi Master Blog Mas Hartono, alhamdulillah beliau bersedia bantu saya. Dan Jadilah Template blog saya seperti ini. Terima kasih Mas Hartono bimbingan dan tutorialnya sangat bermanfaat.
Kini dengan template baru saya sudah tidak ingin ganti-ganti lagi dan ke depan pinginnya buat blog yang baru.
Untuk mengganti template blog sebenarnya sangat mudah, hanya saja kadang-kadang ternyata template blog yang kita pilih tidak dapat memenuhi semua keinginan kita ketika template tersebut akan kita optimazi, seperti yang saya alami sendiri.
Untuk mengganti template Anda bisa baca di artikel Cara Mengganti Template Blogger.
Jika template bawaan blogger tidak ada yang berkenan di hati Anda bisa cari banyak sekali yang menyediakan, Anda bisa download gratis dan tinggal pasang.
Sekian dulu ya cerita singkat pengalaman saya saat mengganti template blog sampai jadi yang seperti ini. Dan sekali lagi Tanks buat Mas Hartono.

Followers

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes